Pengenalan IoT

Pengenalan IoT

Pengenalan Awal IoT

IoT, Akronim dari Internet of Things adalah sebuah konsep untuk memadukan Things dengan Internet. Konsep ini berkembang dikarenakan pada zaman sekarang, kebutuhan manusia akan jaringan internet dapat dikatakan sangat erat. Internet dikaitkan sebagai salah satu kebutuhan yang pendukung pertama setelah kebutuhan wajib terpenuhi. Manusia bagaikan tidak dapat terlepas dari internet. Internet dapat menghubungkan manusia dengan manusia lainya melauli sebuah komunikasi virtual. Sehingga muncul pemahaman komunikasi ke alat melalui sambungan di internet. Konsep ini berkembang hingga lairlah konsep IoT.

Berdasarkan pemahaman dasar IoT, maka komponen-komponen dari IoT adalah sebagai berikut :

  1. Objek (Things)
  2. Kontroler dan Sensor &/ Aktuator
  3. Internet

Komponen inilah yang menjadi inti dasar dari IoT. Objek adalah benda fisik/nyata yang akan dilihat/diukur nilainya oleh manusia. Manusia diharapkan dapat membaca/mengetahui secara nyata nilai yang terdapat pada objek tersebut. Contohnya pada sebuah kursi, nilai yang dapat diambil dari sebuah kursi adalah, “Apakah seseoraong duduk di atasnya? Kapan? Dimana kursi itu berada?, Apakah kursi tersebut rusak?”. Nilai dari kursi tersebut dapat diambil secara langsung oleh manusia atau dapat dibantu dengan peralatan elektronik.

Sensor adalah alat yang mengubah besaran fisis ke dalam besaran elektrik. Dengan adanya sensor maka nilai fisis dari sebuah keadaan dapat disenilaikan dengan bentuk elektrik. Tranduser adalah alat pengubah besaran elektrik ke besaran elektrik lainya. Sensor dan tranduser dapat digunaka sebagai cara untuk membaca nilai dari sebuah alat.  Nilai pembacaan alat ini dapat diubah secara digital melalui ADC (Analog to Digital Converter) pada mikrokontroler. Mikrokontroler akan mengolah data nilai digital sebuah alat dan menghubungkanya dengan internet, atau akan memicu sebuak aksi yang dapat kirim balik ke alat melalui aktuator.

Internet adalah koponen terakhir dan utama sebuah IoT. tanpa adanya Internet, maka objek hanya akan sebatas objek tanpa adanya jalur komunikasi ke internet. komunikasi objek ke internet dilakukan melalui perantara mikrokontroler. Sehingga dalam implementasinya mikrokontroler harus memiliki beberapa aspek pendukung seperti :

  1. ADC/Masukan Sensor
  2. Pengelolaan Data Digital
  3. Komunikasi
  4. Konsumsi Daya Kecil

Perkembangan Teknologi IoT

Konsep dasar IoT sudah digagas dari zaman komputer dan internet terbentuk. Berawal dari Visi Bill Gates 1977 :

“A computer on every desk and in every home”

Biil Gates ingin setiap rumah memiliki sebuah komputer di mejanya. Visi ini muncul karena pada masa itu komputer hanya digunakan oleh perusahaan dan peneliti. Visi itu berkembang sehingga sekarang tidak hanya setiap rumah, tetapi hampir masing-masing individu manusia memiliki komputer. Bahkan komputer saat ini sudah memiliki fasilitas untuk berkomunikasi dengan internet. Pada masa kini, Perkembangan teknologi IoT di dorong oleh bebera faktor :

  1. Pangan dan Air
  2. Kesehatan
  3. Transportasi dan Penyimpanan
  4. Informasi dan Komunikasi Data

Tidak dapat dipungkiri bahwa kebutuhan pangan dan air sangat penting bagi kehidupan manusia. Keterbatasan pangan dan sumber air membuat ketesediaan nya terbatas. IoT hadir untuk membantu memantau bahkan mengontrol ketersediaan pangan dan air. Dengan adanya IoT maka, pemantauan dan pengontrolan dapat dilakukan secara terus menerus melalui internet. Sama halnya dengan faktor yang lain, keberadaan IoT membuat alur informasi berjalan lebih cepat.

Prinsip Desain Perangkat IoT

  1. User Interface (UI/UX Design)
    Merupakan bagian pertama yang meghubungkan perangkat IoT dengan manusia. Contohnya adalah
    – Button, Switch dll
  2. Network Design (Communication Protocols)
    Merupakan alur jaringan yang akan menghubungkan perangkat dengan internet, hal ini termasuk protokkl serta jenis sambungan yang digunakan.
  3. Low Power Design
    Mengingat perangkat IoT adalah peralatan yang jauh dari sumber daya, maka dibutuhkan menejemen daya yang baik dari perangkat ataupun sumbernya.
  4. Interaction Design
    Dalam IoT, setiap peralatan diharapkan dapat berkomunikasi dengan mudah, sehingga diperlukan desain komunikasi yang baku dan dapat dipahami oleh perangkat lain. Sehingga dapat terjalin interaksi antara sistem yang berbeda
  5. Analytical Design
    Pengolahan data dari setiap perangkat IoT adalah salahsatu bentuk menejemen data yang tepat guna.

Pengaplikasian dari IoT

  1. Smart Cities


    Smart Economy
    Smart Mobility
    Smart Information Communication and Technology
    Smart Citizen
    Smart Buildings
    Smart Energy
    Smart Planning
    Smart Government

  2. Smart Grid


    Sumber Energi Terbarukan
    Mengatur saat terjadinya fluktuasi
    Mengetahui konsumsi daya

  3. Smart Transportation

    Dibidang transportasi, IoT hadir sebagai alat pemantau lalu lintas atau sebagai alat pengaman pada suatu transportasi. Contohnya adalah :
    IoT traffic management control
    IoT vehicle control and management

  4. Smart House


    Perlengkapan Rumah yang terhubung ke internet sehingga kita dengan mudah mengaksesnya kapan saja dan dimana saja.

  5. Smart Health


    Healthcare merupakan sektor utama dari IoT maupun teknologi lainnya karena sektor kesehatan sangatlah berpengaruh besar pada kehidupan dan masyarakat akan menginvestasikan dananya demi prioritas kesehatan yang lebih baik.
    Di bidang kesehaatan, IoT hadir sebagai alat pemantau real-time. Dari bidang medis, IoT dapat digunakan untuk memantau ketersediaan obat-obatan, oksigen serta tenaga medis dengan mudah. IoT membantu mempercepat alur informasi dari peralatan ke sumber yang membutuhkan.

..:: Jadi, Apa Ide Kalian ? ::..

( dikutip dari IoT Eka maulana, ST.,M.T.,M.ENG )

k2biru

One thought on “Pengenalan IoT”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *