OSPF pada Router

Open Shortest Path First (OSPF) adalah sebuah protokol routing otomatis (Dynamic Routing) yang mampu menjaga, mengatur dan mendistribusikan informasi routing antar network mengikuti setiap perubahan jaringan secara dinamis. Setiap terdapat  perubahan routing di router maka informasi perbuhan tersebut akan di distribusikan ke router lainya.

Pada OSPF dikenal sebuah istilah Autonomus System (AS) yaitu sebuah gabungan dari beberapa jaringan yang sifat routing-nya memiliki kesamaan metode, policy,model jaringan dan dapat dikendalikan oleh network administrator. Fitur ini bermanfaat apabila di implementasikan pada sebuah jaringan yang besar, seperti kampus atau perkantoran. OSPF dapat meminalisis kesalahan distribusi routing.

  • Karakteristik OSPF

  1. Merupakan link state routing protocol, sehingga setiap router memiliki gambaran topologi jaringan.
  2. Menggunakan Hello Packer untuk mengetahui keberadaan router tetangga (neighbor router).
  3. Routing update hanya dikirimkan bila terjadi perubahan dalam jaringan dan dikirim secara multicast.
  4. Dapat bekerja dengan konsep hirarki karena dapat dibagi berdasarkan konsep area.
  5. Menggunakan cost sebagai metric, dengan cost terendah yang akan menjadi metric terbaik.
  6. Tidak memiliki keterbatasan hop count tidak seperti RIP yang hanya bisa menjangkau 15 hop count.
  7. Merupakan classless routing protocol.
  8. Secara default nilai Adminsitrative Distance 110.
  9. Memiliki fitur authentication pada saat pengiriman routing update.

Gambaran OSPF

  • Cara Kerja OSPF

  1. Setiap router membuat Link State Packet (LSP).
  2. Kemudian LSP didistribusikan ke semua neighbour menggunakan Link State Advertisement (LSA) type 1 dan menentukan DR dan BDR dalam 1 Area.
  3. Masing-masing router menghitung jalur terpendek (Shortest Path) ke semua neighbour berdasarkan cost routing.
  4. Jika ada perbedaan atau perubahan tabel routing, router akan mengirimkan LSP ke DR dan BDR melalui alamat multicast 224.0.0.6
  5. LSP akan didistribusikan oleh DR ke router neighbour lain dalam 1 area sehingga semua router neighbour akan melakukan perhitungan ulang jalur terpendek.
  • Studi Kasus

//Studi kasus ini disunting dari laman http://mikrotik.co.id/artikel_lihat.php?id=154 tanpa penambahan apapun.

Kali ini kita akan mencoba melakukan implementasi untuk konfigurasi Backbone – Area 0 pada OSPF. Adapun langkah-langkahnya cukup mudah. Disini kami mempunyai 3 router dengan masing-masing router memiliki jaringan LAN. Kita akan mencoba supaya setiap jaringan LAN pada ketiga router tersebut bisa saling komunikasi tanpa kita tambahkan rule static route secara manual. Untuk gambaran topologi bisa dilihat pada tampilan berikut.

Bagan Jaringan

Konfigurasi dari setiap router juga sama tidak ada perbedaan. Langkah awal kita masuk pada menu Routing -> OSPF -> Network. Kemudian tambahkan network yang terdapat di router.

OSPF Networks – Router Pertama

OSPF Networks – Router Kedua

OSPF Networks – Router Ketiga

Konfigurasi dari setiap router juga sama tidak ada perbedaan. Langkah awal kita masuk pada menu Routing -> OSPF -> Network. Kemudian tambahkan network yang terdapat di router. Setelah kita menambahkan network pada masing-masing router, jika kita melihat pada OSPF -> Interfaces maka secara otomatis akan muncul interface router dimana network tersebut terpasang. Dengan kita menambahkan network itu secara otomatis pula OSPF pada masing-masing router telah aktif.
Pada menu IP -> Routes juga akan ditambahkan secara dinamis rule routing baru dengan flag DAo (Dinamic, Active, Ospf).

Router List

Nah, sampai pada langkah ini seharusnya jika kita melakukan test ping maka setiap jaringan lokal sudah bisa reply. Dan berarti konfigurasi untuk OSPF Backbone (Area 0) telah selesai.

 

#k2biru

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *