Perkembangan IP

Motivasi yang membawa ke ara pengadopsian sebuah versi baru IP adalah adanya keterbatasan yang ada pada bidang alamat 32-bit dalam IPv4. Dengan bidang alamat 32-bit sangatlah mungkin secara prinsip menetapkan 232 alamat yang berlainan, dengan kemungkinan lebih dari 4 miliar alamat. Pada akhir tahun 1980-an, dipercaya bahwa keungkinan akan muncul masalah berkaitan dengan hal ini dan ternyata telah terjadi pada awal tahun 1990-an. Beberapa alasan mengenai ketidakcukupan alamat 32-bit adalah sebagai berikut.

Motivasi yang membawa ke ara pengadopsian sebuah versi baru IP adalah adanya keterbatasan yang ada pada bidang alamat 32-bit dalam IPv4. Dengan bidang alamat 32-bit sangatlah mungkin secara prinsip menetapkan 232 alamat yang berlainan, dengan kemungkinan lebih dari 4 miliar alamat. Pada akhir tahun 1980-an, dipercaya bahwa keungkinan akan muncul masalah berkaitan dengan hal ini dan ternyata telah terjadi pada awal tahun 1990-an. Beberapa alasan mengenai ketidakcukupan alamat 32-bit adalah sebagai berikut.

  1. Struktur dua level alamat IP (Network ID, Host ID) sudah tepat, namun memboroskan ruang alamat. Sekali suatu Network ID ditetapkan untuk jaringan, semua Host ID pada Network ID tersebut juga ditetapkan ke jaringan tersebut. Ruang alamat untuk jaringan tersebut jarang bisa digunakan, namun sejauh ruang alamat IP efektif diperhatikan, bila suatu nomor jaringan digunakan maka semua alamat di dalam jaringan juga digunakan.

  2. Model pengalamatan IP biasanya melakukan nomor jaringan khusus yang ditetapan untuk setiap jaringan IP, meski[un sebenarnya dikoneksikan ke Internet atau pun tidak.

  3. Jaringan berkembang dengan cepat. Sebagian besar organisasi mengandalkan LAN multipel, dan bukan hanya sistem LAN tunggal saja. Jaringan wireless juga dengan cepat memainkan peranan yang sangat penting. Sedangkan Internet itu sendiri sudah berkembang sejak bertahun-tahun.

  4. Perkembangan penggunaan TCP/IP menjadi bidang-bidang baru menyebabkan, semakin meningkatnya permintaan akan alamat-alamat IP khusus.

  5. Biasanya sebuah alamat IP tunggal ditetapkan untuk setiap host. Aransemen yang lebih fleksibel dimaksudkan untuk memungkinkan penggunaan alamat-alamat IP multipel per host. Hal ini tentunya meningkatkan permintaan akan alamat-alamat IP.

Begitu kebutuhan kan ruang alamat meningkat barulah dirasakan kebutuhan akan IP versi baru. Selain itu, IP merupakan protokol yang sudah sangat tua, dan persyaratan-persyaratan baru dalam hal konfigurasi alamat, fleksibilitas penjaluran, dan dukungan lalu lintas juga sudah ditetapkan.

Sebagai respon untuk menjawab kebutuhan ini, Internet Engineering Task Force (IETF) menerbitkan sebuah proposal pengajuan IP generasi selanjutnya (Ipng = IP next generation) pada bulan juli 1992. Sejumlah proposal telah diterima dan menjelang tahun 1994 rancangan akhir untuk Ipng telah diterbitkan. Peristiwa terpenting yang dicapai dengan publikasi RFC 1752, Recomendation for the IP Next Generation Protocol, diterbitkan pada bulan januari 1995. RFC 1752 menggarisbawahi persyaratan-persyaratan untuk Ipng, menentukan format-format PDU, dan menyoroti pendekatan Ipng dalam hal pengalamatan, penjaluran, dan keamanan. Sejumlah dokumen Internet telah menetapkan detail-detail protokol, yang secara resmi disebut IPv6, yang mencakupseluruh spesifikasi IPv6 (RFC 2460), RFC yang berkaitan dengan struktur pengalamatan IPv6 (RFC 2373), dan lain-lain.

IPv6 juga mencakup perbaikan-perbaikan sebagai berikut.

  1. Ruang alamat yang diperluas: IPv6 menggunakan alamat-alamat 128 bit termasuk alamat-alamat IPv4 32 bit. Ini merupakan peningkatan ruang alamat melalui faktor 296. Juga telah ditegaskan bahwa ini memungkinkan untuk mencapai 6 x 1023 alamat-alamat khusus per meter kuadrat permukaan bumi. Bahkan bila alamat-alamat dialokasikan dengan tidak efisien sekalipun, alamt-alamat ini tetap tampak aman.

  2. Mekanisme pilihan yang ditingkatkan: pilihan IPv6 ditempatkan dalam header pilihan yang terpisah yang dialokasikan di antara header IPv6 dan header pada lapisan transport. Sebagian besar header-header pilihan ini tidak diperiksa atau diproses melalui router pada jalur paket. Ini menyederhanakan dan mempercepat pengolahan paket-paket IPv6 router bila dibandingkan dengan datagram IPv4 (Protokol data unit untuk 1Pv6 lebih sering disebut sebagai paket dibandingkan datagram, merupakan istilah yang digunakan untuk PDU IPv4). Selain itu juga membuatnya lebih mudah bila ingin menambahkan pilihan-pilihan tambahan.

  3. Autoconfiguration alamat: kapabilitas ini menampilkan penempatan alamat-alamat IPv6 yang dinamik.

  4. Fleksibilitas pengalamatan ditingkatkan: IPv6 mencakup konsep alamat anycast, yaitu sebuah paket dikirim hanya ke salah satu susunan simpul-simpul. Derajat multicast penjaluran ditingkatkan dengan menambahkan suatu bidang ke alamat-alamat multicast

  5. Dukungan untuk pengalokasian sumber daya: termasuk bidang tipe layanan dalam IPv4, IPv6 memungkinkan dilakukannya pemberian label pada suatu aliran lalu lintas tertentu saat pengirim meminta penanganan khusus. Ini menambahkan dukungan lalu lintas tertentu seperti video real-time.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *